"Sebab itu Marilah Mendatangkan Damai Sejahtera dan Berguna untuk Saling Membangun"(Roma 14:19)

Senin, 07 April 2014

KEMERDEKAAN/KEBEBASAN MEMPEROLEH HAK PENDIDIKAN SEBAGAIMANA DALAM PROGRAM PEMERINTAH


                                          Kecerian pengamen cilik di Kalimantan Barat-RTS

    Kemerdekaan bukan saja sebagai terlepas dari bayangan masa penjajahan dahulu sebelum rakyat Indonesia memperoleh kemerdekaannya,melainkan kebebasan dalam memperoleh hak selaku warga Negara yang menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945.Untuk itu setiap warga negara berhak memperoleh hak pendidikan sebagaimana telah diatur dalam UUD 1945,serta keputusan peraturan Pemerintah melalui undang-undang pendidikannya. Yang paling penting dari itu semua adalah meningkatkan moralitas bangsa untuk menciptakan karakter bangsa yang beradab sesuai landasan pancasila,melalui pendidikan.
    Sebagaimana makna:”Apa yang harus Negara berikan kepada warga Negara nya untuk menunjang pengembangan intelektualitas warga negaranya,dalam bentuk pendidikan yang harus ditempuh dan diterapkan bagi warga negaranya”.Suatu kegagalan pemerintah dalam menjalankan sistem program pendidikan saat ini,karena hak setiap warga Negara untuk memperoleh pendidikan belum berdampak signifikan bagi kemajuan Negara Indonesia,dikarenakan masih banyaknya putra-putri bangsa tidak bersekolah dengan alasan kemampuan ekonomi dari keluarga mereka.
    Pada program pemerintah pun untuk fokus mengadakan  wajib belajar 9 tahun,bagi setiap warga Negaranya yang dicanangkan saat ini masih tidak mengenai sasaran,karena ternyata dalam fakta lapangan sebagai bukti contoh gambar diatas,masih sangat banyak terlihat anak-anak Putra-putri bangsa yang tidak bersekolah di daerah-daerah wilayah Indonesia,disebabkan karena faktor ekonomi yang tidak mencukupi untuk mereka yang hendak merasakan bangku sekolah.apakah gambar di atas menunjukkan bahwa mereka tergolong rakyat yang kurang mampu(miskin)?bukankah dalam UUD No 34/1945 dan UU No 13/2011 ,sudah sangat jelas dikatakan bahwa fakir miskin dipelihara oleh negara?dimana dan kapan rakyat bisa merasakan hal itu bahwa benar pemerintah telah melaksanakannya dengan sepenuhnya melalui instansi-instansinya yang ada pada tiap-tiap daerah yang bertugas menangani hal tersebut.dan bagaimana Negara ini maju dalam segala bidang,kalau saja hal tersebut belum sepenuhnya terealisasikan.
 

                                               Foto Anak Jalanan di Persimpangan lampu merah,Pontianak-rts

       Perlu untuk ditinjau untuk pada pasal 34 ayat 1,dimana fakir miskin dan anak terlantar(jalanan) dipelihara oleh negara,jangan sampai undang-undang tersebut menjadi pokok permasalahan,karena tidak tepatnya undang-undang tersebut tertulis jelas di undang-undang saja tetapi praktek serta tindakan pemerintah,masih belum membuka mata dengan jelas akan kasus tersebut.berarti sangat jelas masih ada pekerjaan pemerintah dalam mengatasi kegagalan pemberian pemerataan hak akan memperoleh kehidupan yang layak dan pendidikan dalam mendukung program tersebut.disinilah harusnya peran utama pemerintah untuk memfasilitasi mereka.tetapi pada gambar yang termuat di atas,anak-anak terlibat langsung dalam pencarian nafkah sehari hari mereka,bagaimana mau sekolah sedangkan untuk biaya keseharian mereka seperti kebutuhan pangan (pokok) mereka belum terpenuhi.Apakah kasus seperti ini menjadi dibiarkan begitu saja?bukankah pemerintah dalam program yang dicanangkan sekarang yaitu program”wajib belajar 9 tahun” yang berarti setiap orang yang dikategorikan kurang mampu(miskin) difabelkan serta digratiskan untuk memperolehnya.Tetapi kenyataan nya dengan kasus demikian pemerintah tidak memberikan dispensasi kepada warga negaranya untuk memperoleh pendidikan itu dan membiarkan hal tersebut larut dalam  perputaran waktu yang tiada hentinya masih seperti hal demikian.
       Tepat pada 2 Mei 2014 nanti,dimana diperingatinya hari pendidikan nasional,selau terdengar dalam pidato-pidato yang dibacakan dalam peringatan hari pendidikan tersebut.yang berisikan“Tut Wuri Handayani” semboyan ini berasal dari ungkapan aslinya “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa”. Semboyan ini masih dipakai dalam dunia pendidikan kita hingga era saat ini,hanya sebuah penggalan kata untuk menghiasi makna hari pendidikan saja yang dibacakan pada saat momentum itu saja,tapi nyatanya di mata dunia pendidikan di Indonesia belum memberikan hal besar dalam kemajuan segala bidang IPTEK ataupun ilmu terapan lainnya.hari peringatan pendidkan Nasional pada dasarnya hari menyemangati bangsa untuk lebih bersemangat membangun kualitas pendidikan Indonesia hingga menciptakan para ahli-ahli yang andal di berbagai lini keilmuannya.namun juga mengapa masih banyak yang tidak merasakan dari program pemerintah sekarang ini.siapa yang bertanggung jawab akan kasus-kasus tersebut,yang pastinya,pemerintah sebagai penyelenggara pendidikan harus sepenuhnya bertanggung jawab menangani permasalahan ini,dengan juga peran media massa melakukkan peliputan sampai ke daerah-daerah terpencil untuk memetakan bagaimana dan sampai dimana pendidikan yang mutlak itu berjalan,agar pemerintah membuka mata untuk turun terlibat dalam hal tersebut,agar dunia melirik kreatifitas dan dengan putra-putri bangsa terbaik nantinya.
    Sekian atas argument yang saya tuangkan dalam blog ini,apabila mengalami kekurangan,harap dimaklumi sebagaimana tujuannya hanya untuk memberikan sebuah pandangan positif akan dunia pendidikan  ini.terima kasih.

Benar atau tidak sudah maksimal terealisasikan? atau hanya slogan saja...

                                     Sumber GIF  :http://ptkdikmen.kemdiknas.go.id/home/foto_banner/wajib-belajar.jpg




By : RIZKY T SIPAYUNG
                    MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS TANJUNGPURA
                    PONTIANAK – KALIMANTAN BARAT

Selasa, 19 November 2013

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DI KALANGAN REMAJA


   Bahasa dikenal sebagai pendukung alat utama dalam berkomunikasi antar sesama bertujuan dari itu agar pesannya dapat tersampaikan dengan baik kepada orang yang melakukan interaksi komunikasi.Di semua belahan negara pasti menggunakan bahasa sebagai syarat penyampaian infomasi,Dengan cara berbahasanya masing-masing dan berbeda pula.Negara kita sendiri mengakui bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan nasional yakni bahasa persatuan antar masyarakatnya yang majemuk.Berbicara tentang bahasa berarti kita sedang membicarakan sebuah alat.Sebuah alat yang dapat menjadi kebutuhan pokok yang menjadi pemersatu setiap orang yang memahami bahasa tersebut.Bahasa adalah cerminan atas eksistensi suatu kebudayaan.Setiap kebudayaan yang tinggi, pasti ia memiliki sebuah bahasa pemersatu yang pokok pada masanya.tidak bisa kita menghindar bahwa bangsa ini telah mulai kehilangan jati diri akan bahasanya.
   Mengingat makna dari isi sumpah pemuda dimana “kami putera puteri Indonesia mengaku menjunjung tinggi bahasa persatuan yang satu,yaitu berbahasa Indonesia”.Makna tersebut harus dijunjung tinggi sebagai ikrar janji persatuan bangsa,Sedemikian rupa melalaui proklamasi perjuangan Indonesia meraih kemerdekaannya.
Lantas bagaimana para remaja berbahasa di era globalisasi dan teknologi jaman sekarang ini?
   Kurangnya kesadaran untuk mencintai bahasa di negeri sendiri berdampak pada lunturnya bahasa Indonesia dalam pemakaiannya dalam masyarakat terutama di kalangan remaja.Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional telah mengalami pergeseran fungsi. Pergeseran bahasa Indonesia dari bahasa nasional menjadi bahasa ibu disebabkan oleh kurangnya minat menggunakan bahasa lokal oleh penuturnya dengan berbagai alasan.Salah satunya adalah bahasa lokal dianggap tidak bermakna kultural yang bertradisi hakiki.Anggapan seperti itu membuat keberadaan bahasa lokal atau daerah semakin terpuruk. Secara perlahan namun pasti,bahasa daerah ditinggalkan oleh penuturnya.
   Gejala tersebut merupakan kedinamisan perkembangan suatu bahasa.Tidak ada suatu bahasa yang tidak mengalami pergeseran fungsi dalam masyarakat.Begitu pula bahasa dalam perkembangannya mengalami peningkatan jumlah penutur yang memakainya sebagai bahasa Ibu.Gejala ini memberikan dampak positif bagi perkembangan bahasa Indonesia.
   Peningkatan jumlah penutur bahasa Indonesia seharusnya diikuti dengan sikap positif penutur bahasa Indonesia.Dalam perkembangannya pun sehari-hari bahasa Indonesia telah banyak tercampur adukan menjadi satu oleh berbagai masuknya bahasa global, bahasa campuran(trend), ataupun gaya bahasa media.Orang Indonesia sendiri yang telah menyumbangkan lunturnya keaslian ataupun ketepatan bahasa Indonesia.Namun demikian, orang Indonesia yang mengadopsi bahasa asing sebenarnya menunjukkan bahwa kebanggaan orang Indonesia terhadap miliknya sendiri sangat minim untuk diterjemahkan dalam lingkungan masyarakat.
   Membiarkan bahasa Indonesia menjadi berkembang,tidak perlu dibantah,tetapi seharusnya selaku orang Indonesia wajib memiliki sifat yang berkepribadian dalam bidang budaya bahasa,mempertahankan keaslian bahasa Indonesia sebagai identitas mutlak dilakukan.Jangan membiarkan bangsa Indonesia,terlalu menikmati dan ketagihan produk- produk yang masuk dari global.Sebab,lambat lama kelamaan apa yang menjadi warisan nenek moyang akan keasliannya bahasa Indonesia perlahan-lahan akan punah.Oleh karena itu,menjadi tantangan bagi penerus generasi bangsa Indonesia untuk menghadapi jaman yang semakin hari seakan dunia ini terfokus pada bahasa yang tidak kekal dalam segi aspek kultur.semua terhapus oleh pesatnya perkembangan teknologi dan media-media sosial.
    Generasi muda sekarang terbuai akibat kemajuan teknologi yang berkembang pesat.Arus globalisasi dan teknologi memang tidak selamanya memberikan dampak positif bagi masyarakatnya,akan selalu ada efek negatif dalam proses perkembangan.
   Menurut apa dari pengamatan Saya,kini yang terjadi saat ini hanya dalam pidato resmi,seperti pidato kenegaraan,ataupun pidato yang bersifat formal yang hanya mempergunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang hanya relatif mendukung bahasa resmi.Dari sumber tertulis bahasa Indonesia yang baku hanya terlihat pada sebagian di beberapa harian cetak surat kabar serta di beberapa karya ilmiah yang mencakup kesastraan.
   Untuk dari saat ini para remaja dituntut sebagai tonggak awal untuk menciptakan bahasa Indonesia yang baku serta tidak mengikuti fenomena bahasa sekarang yang membawa lunturnya bahasa persatuan bangsa.Kebanyakan remaja sekarang lebih cenderung mengikuti pola bahasa keseharian yang bersifat seperti memberikan simbol yang cenderung penyingkatan unsur kalimat,atau perkataan yang seseorang apabila membaca maupun mendengarnya menjadi penasaran akan maksud dari pola bahasa dan penulisannya,yang terkadang respon pikiran menjadi tanggap untuk mengingat dan mengulang kembali bahasa tersebut,hingga menjadi bahasa keseharian yang digunakan.                                        
   Sementara dipihak lain,para orang tua dan kalangan dewasa serta ahli dalam kesastraan bahasa Indonesia mengeluhkan tata dan tutur bahasa para remaja.mereka yang semakin sulit dimengerti,Dari apa yang terjadi saat ini bahasa Indonesia jauh dari penggunaan tata bahasa yang baik serta terkesan asal bunyi.
   Jejaring sosial yang semakin hari semakin pesat berkembang di era globalisasi dan teknologi saat ini, yang diawali dari sebuah send message short(sms) hingga email chat,facebook,twitter,bbm dan sebagainya telah mengiringi penyebaran dan perkembangan bahasa “trend” yang dikatakan para remaja sekarang yang terpacu pada arus jaman.
   Bukan saja melalui pelafalan tetapi penulisannya pun semakin membingungkan dan terlihat mengerikan.Contoh saja,ketika sebuah kalimat terdiri dari penggabungan huruf dan angka tetapi mampu dimengerti oleh mereka,misalnya seseorang yang ingin menuliskan "kemarin ke tempat mana saja?" akan ditulis menjadi "k3mAr1n k3 T4 Mn ajAh? bukankah ini merupakan hal yang luar biasa namun sekaligus sangat mengecewakan bila suatu saat apa yang telah di ejaan yang disempurnakan(EYD) menjadi mengalami perubahan yang buruk bila diikuti dengan konsep pola bahasa sekarang yang cenderung membingungkan pendengar dan pembacanya.
  Sebenarnya bukanlah sebuah kebanggaan tetapi kebobrokan generasi muda saat ini yang terbukti suka menyalahi aturan,dan tidak menghargai bahasanya sendiri yang telah terlahir dan ditetapkan sebagai bahasa formal yang seharusnya digunakan dalam aktifitas keseharian.Tidak berbeda jauh dengan penulisan jaman dahulu yang ejaannya masih mengandung makna ejaan yang klasik,yang terkesan unik dan mempertanyakan bila dieja kata demi kalimat seperti “Djakarta tempoe doloe”.
   Lingkungan sekolah atau lingkungan pendidikan pastinya akan mengajarkan kepada siswa tata kebahasaan yang baik dan benar,semua termuat dari kurikulum sekolah yang telah di programkan mencakup aspek membaca,menulis,mendengarkan.Namun kenyataannya para remaja tersebut tetap keluar dari penggunaan bahasa yang baik dan benar.Menyesuaikan bahasa dengan lingkungan dan kelompok apa lawan bicara kita merupakan hal utama dalam menjalin komunikasi yang baik, karena bagaimanapun fungsi bahasa adalah sebuah media untuk menyampaikan pesan antar komunikan dan komunikator.
   Persoalan lain lagi dengan masuknya bahasa asing yang mencampur adukan dengan bahasa Indonesia,yang banyak dilakukan oleh pejabat pemerintahan,artis atau orang yang berpengaruh dalam media publik.Misalnya saja penggunaan kata “terimakasih” menjadi “thank you”,”thanks”,”tq”.Apabila dibiarkan akan berdampak pada identitas bangsa ini.Jika dibiarkan maka gaya bahasa hidup yang didasarkan pada nilai luhur akan menjadi berubah dan cenderung mengarah pada gaya bahasa hidup majemuk yang sulit untuk diterima.
   Segala identitas nasional perlahan akan lenyap dalam masuknya produk asing,yang memaksa masyarakat untuk sebagai menikmati dan melakukan pencampuran bahasa.Era globalisasi dan teknologi memaksa segalanya untuk mengikuti arus perkembangan jaman,hingga,bahasa Indonesia sebagai identitas asli Indonesia lenyap dalam perkembangannya.Para remaja juga sering mencampur adukan bahasa asing dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya,hal ini menunjukkkan bukti bahwa para remaja sekarang tidak respon akan produk bahasa asing sangat tinggi.
   Mari kita melihat dan mencontoh negara di Asia Timur Tengah,Arab Saudi,Irak,Iran dan sebagainya yang dimana mereka adanya perikatan kekal bahasa leluhur yang menggunakan bahasa Arab yang kental dan tidak tercampur adukan dengan bahasa negara lain.ini membuktikan penghargaan serta penghormatan akan identitas asli bahasa negaranya.Haruskah bahasa Indonesia menjadi yang sekarang ini? Apakah kita mau menjadi bangsa yang hilang persatuan karena hilangnya identitas bahasa Indonesia yang tidak lain adalah hasil kebudayaan kita yang harus dilestarikan?
   Maka dari itu,mari kita lebih peduli kepada bahasa Indonesia,minimal dari para remaja untuk tidak lagi mengikuti kebiasaan buruk mencampur adukan bahasa Indonesia dengan bahasa asing.bukan berarti kita tidak harus mempelajari bahasanya,melainkan menggunakan bahasa tersebut tepat pada tempatnya.karena para remaja sebagai generasi penerus yang nantinya mengajarkan cara berbahasa yang santun terhadap generasi penerus berikutnya layaknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.Harus diakui dalam era globalisasi dan teknologi bahasa Indonesia yang baik dan benar semakin jarang dipakai,terutama di kalangan remaja dan mahasiswa.
   Dari hasil pengamatan Saya,melihat penggunaan bahasa Indonesia khususnya di Kalimantan Barat,kebanyakan para remaja serta mahasiswa masih berbahasa lokal yang menjadi bahasa keseharian digunakan saat berkomukasi antar teman lawan bicara.ini menunjukkan masih mengakui bahasa lokal dan hal positif untuk tidak mengikuti cara berbahasa di kota kota besar di Indonesia yang sudah mengalami pergeseran tata bahasa yang tidak menjunjung tinggi bahasa persatuan bangsa.Sebenarnya tidak masalah jika,dalam gaya bahasa tiap daerah menggunakan bahasa daerahnya masing-masing,hal ini dapat menjaga kearifan lokal dari masing-masing daerahnya.
   Maraknya kalangan artis,ataupun orang yang berpengaruh  menggunakan bahasa “trend” di media massa dan elektronik,membuat remaja semakin sering menirunya di kehidupan keseharian.Hal ini sudah menjadi hal wajar karena remaja umumnya suka meniru hal-hal yang baru.Jangan para penonton meniru publik pigur dan dijadikan kebiasaan lelucu di lingkungan masyarakat sekitar,karena akan berdampak pada tutur bahasa yang menyebabkan pudarnya bahasa lokal.Di lain sisi para remaja dan mahasiswa banyak yang mengatakan penggunaan bahasa Indonesia yang diajarkan disekolah atau lingkungan pendidikan terkesan kaku dan formal, akhirnya para remaja dan mahasiswa mencoba keluar,dari tersebut yaitu dengan menggunakan bahasa “trend” sekarang.Kebanyakan bahasa yang ditiru dari para publik pigur di televisi,yang tujuannya menghibur saja,bukan untuk di contoh dalam kehidupan sehari-hari yang dijadikan lelucuan di lingkungan masyarakat.
   Para remaja pada masa saat ini,jauh lebih bangga ketika dia dapat berbicara bahasa asing khususnya bahasa Korea,yang mulai saat ini para remaja sudah dapat mengatakan sebuah kalimat dalam bentuk sapaan terhadap lawan bicaranya.

   Bayangkan  saja bahasa Korea yang masih dianggap belum mendunia dibandingkan dengan bahasa Inggris dan Tionghoa mampu untuk dipelajari oleh khususnya kaum remaja hawa di Indonesia.Tetapi ketika diminta untuk membuat kalimat dengan menggunakan bahasa Indonesia yang benar,kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan dan salah menempatkan EYD menurut kaidah yang benar.Bahkan terdengar surau bahwa “kemampuan bahasa Indonesia lemah,karena tidak ada lembaga kursus bahasa Indonesia”.Hal ini bisa saja kita benarkan karena pada kenyataanya lembaga kursus bahasa asing memang bertaburan menghiasi kota-kota besar,Sedangkan lembaga kursus yang mempelajari bahasa Indonesia jarang adanya.
   Dalam kejadian seperti ini kemana jati diri negeri yang katanya kaya akan bahasa?                                      Kenyataannya kita sudah mengadopsi bahasa bahasa asing dan mencampur adukannya dengan banyak gaya bahasa sebagai alat komunikasi dalam berinteraksi dalam lingkungan dan pergaulan masyarakat.Sebaiknya kita membuat perhatian lebih pada fenomena ini.Sebab,apabila dibiarkan akan berdampak pada identitas bangsa ini.
   Bahasa “trend” sekarang atau bahasa gaul terus berkembang dari masa ke masa.Ada sebagian kata yang diperkenalkan sejak tahun 1970an  dan hingga kini masih sering dipakai.Namun tidak sedikit kata-kata itu sudah tidak dikenal lagi dan berganti dengan istilah lain yang lebih unik dan aneh.Kata-kata tersebut bisa berasal dari bahasa daerah yang dipelesetkan artinya selain itu terkadang ada kata-kata tertentu diganti atau diubah media katanya agar terdengar unik dan lucu.
   Bahasa “trend” atau  bahasa gaul saat ini memang telah menjadi fenomena dikalangan para generasi muda, bukan hanya dalam kelompok remaja kota tetapi remaja dipelosok pun telah mengenal bahasa ini seakan sebuah kebiasaan masa kini yang tidak bisa dilewatkan. Namun,hal tersebut semakin lama semakin berkembang hingga menjadi bahasa trend seluruh kalangan remaja.Jika hanya sampai disitu mungkin bahasa yang disebut bahasa “trend”atau bahasa gaul ini tidak sefenomenal yang kita alami saat ini,tetapi perkembangan teknologi telah menjadi media utama sebagai penyebarannya.

   Untuk itu,bahasa Indonesia arus lebih di utamakan karena kalau tidak bahasa Indonesia lama kelamaan akan tidak dipakai dan hilang keasliannya sebagai bahasa Indonesia.
Upaya yang harus dilakukan oleh remaja untuk menjadikan bahasa Indonesia melekat dalam kehidupan remaja Indonesia yang baik adalah:

   Dengan kesimpulan sebagai bahasa Indonesia,bahasa ini sangat perlu diajarkan terutama kepada para remaja yang belum mampu menguasai bahasa Indonesia yang baku.Peran serta media untuk mencontohkan hal yang baik agar  tidak terjadi kesalahan yang mengakibatkan punahnya bahasa Indonesia.serta kritikan yang positif dari para ahli sastra Indonesia jika masih ada dilakukan oleh orang yang berpengaruh luas terhadap publik agar tidak terjadi lagi sebuah ucapan maupun tulisan yang aneh untuk di dengar dan liat.Serta ikut dalam mencegah pencampuran bahasa Indonesia dengan bahasa asing,agar kemudian hari bahasa Indonesia menjadi bahasa persatuan dan tidak mengandung unsur bahasa aneh.tetap pada kaidah EYD.
   Maka dari itu,mari kita lebih peduli kepada bahasa Indonesia,minimal dari para remaja untuk tidak lagi mengikuti kebiasaan buruk mencampur adukan bahasa Indonesia dengan bahasa asing.bukan berarti kita tidak harus mempelajari bahasanya,melainkan menggunakan bahasa tersebut tepat pada tempatnya.karena para remaja sebagai generasi penerus yang nantinya mengajarkan cara berbahasa yang santun terhadap generasi penerus berikutnya layaknya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.


RIZKY T SIPAYUNG                                                                                                                                                    
Mahasiswa Fakultas Hukum                                                                                                                     Universitas Tanjungpura Pontianak



                                                                            

Minggu, 13 Oktober 2013

DUKUNG PROGRAM PLN BERSIH





Suatu Apresiasi karena tepat pada tanggal 27 oktober 2013 dimana diperingati Hari Listrik Nasional yang ke 68 yang akan segera tiba.untuk menyemarakkan acara tersebut,PT PLN PERSERO(www.pln.co.id) bekerja sama dengan blogdetik.com(www.blogdetik.com) membuat suatu Lomba blog bertema tentang PLN BERSIH(www.plnbersih.com)
sesuai dengan program utama PLN(www.pln.co.id) saat ini yaitu “PLN Bersih(www.plnbersih.com), No Suap, No Korupsi, No Gratifikasi”. PLN(www.pln.co.id) telah menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktek penyelenggaraan perusahaan yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat. Komitmen PLN(www.pln.co.id) ini dikenal dengan PLN Bersih. (www.plnbersih.com)
Untuk itu dalam blog ini saya akan menuliskan tentang bagaimana pelayanan PLN(www.pln.co.id) kepada masyarakat luas,terutama saya sendiri selaku,pengguna jasa PLN. (www.pln.co.id)
          Dalam saat ini terjadi banyak keluhan,kritikan dan masukan dari masyarakat  tentang pelayanan PT PLN PERSERO(www.pln.co.id) dimana seringnya terjadi pemadam listrik di berbagai daerah-daerah di seluruh wilayah Indonesia.juga dalam kasus yang banyak terjadi yaitu adanya praktek KKN,yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.bukan menjadi suatu hal yang aneh lagi untuk diketahui,jika PLN(www.pln.co.id) sendiri terlalu sering melakukan pemadaman listrik terutama tepat pada hari-hari besar,seperti dalam menyambut bulan suci ramadhan.natal,bahkan tepat pada jam krusial malam hari,dimana listrik sendiri menjadi kebutuhan pokok masyarakat.apalagi pada malam hari.itulah yang menjadi masukan dan kritikan dari publik terhadap pihak PLN(www.pln.co.id) bagaimana selaku penyedia layanan listrik menyikapi dan memberikan jawaban,agar masyarakat sendiri tidak terganggu dalam aktivitasnya.karena kita ketahui sendiri kebutuhan listrik menunjang kegiatan pokok aktivitas masyarakat sehari-hari.untuk saat ini saya sendiri melihat pihak PLN(www.pln.co.id) sudah bekerja dengan baik,dengan membuat suatu kebijakan “listrik prabayar” Listrik Pra Bayar adalah salah satu terobosan terbaru yang di canangkan oleh PLN(Perusahaan Listrik Negara) Indonesia. Terdapat berbagai keuntungan dari program ini yaitu :
  1. Privasi tidak terganggu
  2. Tidak adanya SANKSI pemutusan
  3. Tidak adanya Uang Jaminan Pelanggan
  4. Tidak adanya biaya beban bulanan
  5. Kemudahan pembelian Listrik Isi Ulang kapan saja, bisa di ATM, Teller atau di loket-loket pembayaran rekening listrik
  6. Pemakaian konsumsi listrik dapat dikendalikan
  7. Pelanggan dapat memantau pemakaian listrik
  8. Pelanggan dapat menyesuaikan pemakaian listrik  *)

Bertujuan dari itu semua,pihak PLN(www.pln.co.id) menjadi tidak terlalu menanggung beban penunggakan pembayaran rekening listrik dari masyarakat konsumen yang menunggak sampai berbulan-bulan.masyakat,harus membeli token sesuai dengan nominal yang telah ada dan ditetapkan untuk mendapatkan pasokan listrik.kebijakan tersebut sangat baik juga karena untuk mencegah terjadi pencurian arus listrik,yang sebelumnya kasus tersebut banyak terjadi yang sengaja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang merugikan PLN(www.pln.co.id) sendiri.dan kebijakan ini pula berdampak baik dimana riset membuktikan,listrik token prabayar mengajarkan masyarakat untuk hemat penggunaan listrik tersebut.semoga kedepan nya program kebijakan tersebut berdampak positif bagi kita semua,agar permasalahan seperti di atas tidak terjadi lagi.
Dalam kasus lain yang banyak terjadi,dimana banyak terjadi “pungli” yang dilakukan oleh petugas PLN(www.pln.co.id) di lingkungan masyarakat dalam memberikan layanan listrik,benar kah itu terjadi?untuk menjawab hal tersebut,masyarakat harusnya mengikuti ketetapan berlaku,yang apabila terjadi permasalahan dalam pemasangan ataupun kerusakan,baiknya masyarakat membuat suatu bentuk pengaduan langsung ke kantor layanan listrik PLN(www.pln.co.id) yang telah ada di daerah masing-masing.biarkan pihak PLN(www.pln.co.id) menanggapinya,PLN(www.pln.co.id) resmi dan berhak untuk bagaimana cara terbaik menyelesaikan permasalahan anda tersebut.kalaupun ada petugas di lapangan meminta imbalan,sebaiknya jangan diberikan,karena semua sudah dalam prosedur yang telah ada dan ditetapkan pihak PLN. (www.pln.co.id)

PLN bersih ? (www.plnbersih.com)

Dalam untuk menciptakan hal yang demikian,mari kita semua sama-sama mendukung kebijakan PT PLN PERSERO(www.pln.co.id) yang menyerukan “PLN Bersih, No Suap, No Korupsi, No Gratifikasi”.kebijakan tersebut sangat baik, guna untuk menjalankan praktek penyelenggaraan perusahaan yang bersih dan bebas dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme, sekaligus menegakkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat.kalaupun adanya terjadi hal yang tidak baik,laporkan aduan anda ke tempat yang tepat,dalam menyelesaikan masalah tersebut.bentuk inilah yang menjadikan hal baik bagi kita semua.peran serta masyarakat berpengaruh demi kemajuan bersama.

referensi: *)
(www.pln.co.id)

Minggu, 26 Mei 2013

Lagu Lagu Seram dan Menyedihkan





1.Reverse - Karl Meier (Karl Mayer)
2. City Of Living Dead - Dei Morti Viventi
3. Carrie - Pino Donaggio
4. The Exorcist - Steve Boeddeker
5. Suspiria - Goblin
6. Cannibal Holocaust - Riz Ortolani
7. The Beyond - Fabio Frizzi
8. Angel Of Death - Slayer
9. Deep Red - Goblin
10. Friday the 13th - Harry Manfredini
11. New York Ripper - Francesco De Masi
12. Corporal Jigsore Quandry - Carcass
13. Hellraiser - Christopher Young
14. Psycho - Bernard Hermann
15. Halloween - John Carpenter
16. Jaws - John Williams
17. Killer Klowns from Outer Space - The Dickies
18. Friday the 13th - Fred Molin
19. Texas Chainsaw Massacre - Steve Jablonsky
20. The Omen - Jerry Goldsmith
21. The Hills Have Eyes - Tomandandy
22. Phantasm - Fred Myrow & Malcolm Seagrave
23. Poltergeist - Jerry Goldsmith
24. Mr. Torture - Helloween
25. Death Certificate - Carcass
26. Rosemary's Baby - Krzysztof Komeda
27. The Shining - Wendy Carlos & Rachel Elkind
28. The Thing - Ennio Morricone
29. Zombi - Giorgio Cascio & Fabio Frizzi
31. Lullaby - The Cure
32. When A Stranger Calls - James Dooly
33. Paranoid - Black Sabbath
34. Atrocity Exhibition - Joy Division
35. Mushroom - Can
36. Happy Death Men - Echo & The Bunnymen
37. Brain Damage - Pink Floyd
38. Don't Fear The Reaper - Blue Oyster Cult
39. krackity Jones - Pixies
40. The Bewlay Brothers - David Bowie
41. Dark Water - Angelo Badalamenti
42. Bram Stoker's Dracula - Wojciech Kilar
43. Psycho - Bernard Herrmann
44. The Village - James Newton Howard
45. Lady in the Water - James Newton Howard
46. Monster Mash - Bobby "Boris" Pickett
47. I Put a Spell on You - Screaming Jay Hawkins
48. I'm Your Boogie Man - White Zombie
49. Zombie - Brutal Truth
50. Bloody Holiday - Nekromantix
51. Die - The Misfits
52. Spooky - Classics IV
53. Frankenstein - Edgar Winter Group
54. Nekrofelia - Nekromantix
55. Psycho Killer - Talking Heads
56. Where Eagles Dare - The Misfits
57. Zombie Jamboree - Rockapella
58. Clap For The Wolfman - Guess Who
59. Devil Inside - INXS
60. Dead Man's Party - Oingo Boingo
61. This Is Halloween - Danny Elfman
62. Haunted Cathouse - Nekromantix
63. Waltz In Black - The Stranglers
64. The Battle of Evermore - Led Zeppelin
65. Nightmare on My Street - DJ Jazzy Jeff & the Fresh Prince
66. Abracadabra - Steve Miller
67. Devil in Disguise - Elvis Presley
68. Williams' Hedwig's - John Williams
69. Running Scared - Roy Orbison
70. In The Shadows - The Stranglers
71. The Devil Sent You To Lorado - Baccara
72. Thriller - Michael Jackson
73. Full Body Autopsy - Necrophagist
74. Funeral March Of A Marionette - Standard
75. Shape Sifters - The Faceless
76. Soul Dracula - Hot Blood
77. The Haunted and The Hunters - Alfred Hitchcock
78. Peazuzo - Tangerine Dream
79. The Magician - Alfred Hitchcoc
80. Welcome To My Nightmare - Alice Cooper
81. Cry Little Sister - Gerrard McMan
82. Dracula - Rob Zombie
83. Time Warp - Richard O'Brien
84. Diva Satanica - Arch Enemy
85. Cemetery Gates - Pantera
86. Bloodrunk - Children Of Bodom
87. Raining Blood - Slayer
88. We Suck Young Blood - Radiohead
89. An Autopsy - The Faceless
90. Laid To Rest - Lamb Of God
91. Enuma Elish - Rotting Christ
92. All Dark Graves - The Faceless
93. Like Spinning Plates - Radiohead
94. Mutilate The Stillborn - Necrophagist
95. Dedicated - Vitas
96. Errantry - Flanders & Swann
97. Absolution - Megadeth
98. Astronomy Domine - Pink Floyd
99. Bark At The Moon - Ozzy Osbourne
100.This Is The New [censored] - Marylin Mason                                                                   101.
GABY-tinggal kenangan



MUSIC INSTRUMENT      
                                                                                                          1.Message for the Queen ost 300
2.Secret Garden-Song From Secret Garden
3.Secret Garden-Nocturne
4.Sad Romance
5. Itzhak Perlman- I Could have done more
6.Yanni-one man's dream
7.Enya -to go beyond
8.Enya -Only time
9.Kitaro-Koi
10.KitaroSilkroad                                                                                                                                                                        11.eagleshotelcallifonia                                                                                                                                                                                  12.Quenn- Bohemian Rhapsody